1. TANAH BUMBU
  2. PROFIL

Naila, si mungil dari Tanbu yang berprestasi

Anak tunggal pasangan Sutikno dan Samariani ini, meraih satu medali emas dari 16 medali emas yang dibawa pulang kontingen atlet Tanbu.

©2016 Merdeka.com Editor : Kuswandi | Kamis, 13 April 2017 09:17

Merdeka.com, Tanah Bumbu - Memiliki postur tubuh yang mungil tak membuatnya patah semangat ataupun pesimis untuk meraih suatu prestasi yang membanggakan. Itulah sosok yang bisa digambarkan dari Naila Amanda, gadis mungil kelahiran Tanah Bumbu, 05 November 2000 lalu.

Siswi kelas 11 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini, merupakan salah satu penyumbang medali emas kontingen atlet Tanbu, pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi  Kalsel tahun 2017, yang digelar di Banjarmasin dan Banjarbaru pada 28 - 31 Maret 2017.

Anak tunggal pasangan Sutikno dan Samariani ini, meraih satu medali emas dari 16 medali emas yang dibawa pulang kontingen atlet Tanbu. Medali emas didapat setelah ia berhasil menjadi yang tercepat, pada cabang olahraga atletik jalan cepat 5000 meter

“Meskipun memiliki postur tubuh mungil, saya tak ada rasa pesimis, karena postur tubuh yang telah tuhan berikan harus disyukuri. Ini adalah karunia istimewa yang diberikan tuhan, dengan tubuh kecil untuk bertanding tidak ada masalah. Karena bukan dari tubuh yang dinilai, akan tetapi daya tahan dan daya saing lah yang akan membuktikan, ” kata Naila, di Tanah Bumbu, Kamis (13/4).

Menurut, cewek yang suka membaca buku masak ini, ia merasa bangga dan senang atas prestasi yang diraihnya. Selain bisa mengharumkan nama Tanbu di tingkat Kalsel, juga dapat  mengharumkan organisasi, pelatih, SMAN I Kusan Hilir, teman dan orang tua, serta diri sendiri. Namun demikian, atas prestasi yang diraih, tidak membuatnya puas, karena masih banyak yang meraih prestasi lebih dari dirinya.

Terkait persiapan dalam menghadapi ajang POPDA kemarin, ia melalukan pusat  persiapan dan pelatihan satu bulan sebelum event dimulai. Akan tetapi, agar tegak tegang menghadapi pertandingan, biasanya dalam satu minggu melakukan tiga kali latihan fisik.

Sedangkan untuk menghadapi POPDA tingkat nasional yang diperkirakan akan dilaksanakan bulan Juni mendatang, ia akan berlatih dengan serius dengan memperbanyak program latihan. Program tersebut akan ditingkatkan, dari yang biasanya latihan satu minggu tiga kali, akan ditingkatkan lagi menjadi satu minggu lima kali atau bahkan latihan tiap hari.

“Mudah - mudahan di event yang lebih tinggi nanti, saya tetap dapat mengukir prestasi dengan mempersembahkan medali emas. Untuk itu, saya mohon doa dan dukungannya, agar harapan ini dapat saya capai, ” harapnya. 

(K) Laporan: Riyadi
  1. Profil
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA