1. TANAH BUMBU
  2. INFO TANAH BUMBU

Tingkatkan kesejahteraan kembali programkan asuransi bagi nelayan

Nelayan merupakan salah satu faktor kunci pada sektor kelautan dan perikanan.

©2016 Merdeka.com Editor : Kuswandi | Kamis, 06 April 2017 16:57

Merdeka.com, Tanah Bumbu - Untuk meningkatkan kesejahteraan dan melindungi hak - hak bagi nelayan, khususnya di wilayah Bumi Bersujud, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Perikanan Tanbu kembali memprogramkan asuransi bagi nelayan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Rahmat, melalui Kepala Bidang Perikanan dan Tangkap, Andi Anwar mengatakan, nelayan merupakan salah satu faktor kunci pada sektor kelautan dan perikanan. Namun demikian, kondisi nelayan khususnya di wilayah Bumi Bersujud, sebagian besar belum dapat dikatakan sejahtera.

Produktivitas nelayan sangat dipengaruhi oleh keadaan alam, sehingga hasil produksi tidak bisa selalu dijamin lancar. Skala usaha nelayan kecil belum efisien dan memiliki produktivitas usaha yang rendah.

Selain itu, profesi nelayan memiliki risiko cukup tinggi, yang dapat mengancam jiwa dan keselamatan. Saat melakukan kegiatan penangkapan ikan di tengah laut, nelayan seringkali dihadapkan pada cuaca yang tidak bersahabat, hingga mengakibatkan kecelakaan, dan seringkali terjadi tabrakan di laut.  

Untuk menjamin aktifitas nelayan yang lebih baik, maka asuransi bagia nelayan penting dilakukan.

“Maka Dinas Perikanan Tanbu kembali memprogramkan asuransi bagi nelayan. Dinamika program ini merupakan program pemerintah pusat yang pembiayaannya di danai dari Anggaran Pendapatan Belanaja Negara (APBN), ” kata Andi, di Tanah Bumbu, (6/4).

Adapun target program asuransi nelayan pada tahun 2016 sebanyak 3.500 nelayan. Namun hanya sekitar 791 nelayan  yang mendaftarkan untuk peserta asuransi. Dari sekitar 791 nelayan yang mendaftarkan tersebut, sekitar 350 nelayan yang terealisasi.

Pada tahun 2017 ini, target yang diberikan dari pemerintah pusat masih belum di ketahui berapa banyak jumlahnya, namun untuk kembali diprogramkan sudah ada kepastian dilaksanakan, saat ini tinggal menunggu lelang perusahaan yang memenangkan lelang untuk mengelola asuransi nelayan. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu Juknis untuk pengelolaan asuransi.

“Sambil menunggu pemenang lelang untuk mengelola asuransi, kami telah menyiapkan sebanyak 500 calon peserta asuransi nelayan. Kami berharap semua nelayan bisa menjadi peserta asuransi nelayan, karena nantinya, jika terjadi musibah, maka mereka tidak kesulitan lagi dalam hal pembiayaan, ” harapnya.

Adapun nilai manfaat yang didapatkan peserta asuransi nelayan sangat besar. Santunan yang diberikan  jika nelayan meninggal saat menangkap ikan sebesar Rp 200 juta. Sedangkan jika mengalami kecelakaan dan nelayan menjadi cacat tetap akan mendapat biaya Rp 100 juta. Sedangkan untuk biaya pengobatan sebesar Rp. 20 juta.

Selain itu, biaya pengobatan Rp 100 juta. Nelayan juga mendapat santunan jika mengalami insiden di luar aktivitas. Untuk kematian Rp 160 juta, cacat Rp 100 juta dan untuk biaya pengobatan Rp 20 juta.

(K) Laporan: Riyadi
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA