1. TANAH BUMBU
  2. INFO TANAH BUMBU

Penyaluran ADD tahap 1 di Tanbu capai 80 %

ADD merupakan salah satu dari tiga unsur pendanaan program satu desa satu miliar.

©2016 Merdeka.com Editor : Kuswandi | Selasa, 11 April 2017 15:12

Merdeka.com, Tanah Bumbu - Penyaluran dana program satu miliar satu desa yang berasal  dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahap 1 atau 30 %, di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga minggu pertama bulan April ini, penyaluran dana sudah mencapai 80 %.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tanbu, Suwignyo, melalui Sekretaris DPMD Tanbu, Ayatullah Chotim mengatakan, saat ini penyaluran dana ADD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanbu, dari 144 desa yang ada, sebanyak  sekitar 115 desa atau 80 % sudah dilaksanakan.

Sedangkan untuk sekitar 29 desa atau 20 % yang ada, selain sebagian masih dalam proses pengajuan, ada juga masih dalam kelengkapan untuk penganjuan. Selain itu, ada satu desa yang hingga saat ini masih dalam proses penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM-Des), Rancangan Kerja Pembangunan Desa (RKP-Des), dan penyusunan dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB-Des).

“Dimana ketiga dokumen tersebut sebagai syarat desa untuk pengajuan pencairan Dana ” kata Ayatullah, di Tanah Bumbu, Selasa (11/4).

Menurutnya, ADD merupakan salah satu dari tiga unsur pendanaan program satu desa satu miliar, yang dikelola oleh desa melalui Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB-Des). Penyalurannya sendiri terbagi dalam tiga tahap, yakni tahap I (30%), tahap II (40%) dan tahap II (30%).

Dua ungur pendanaan lainnya yang terdapat dalam APB - Des, diantaranya dana bantuan keuangan dari kabupaten yang bersumber dari APBD Tanbu, dan dana desa yang bersumber dari  Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Pusat, dimana dalam penyalurannya dilaksanakan dua tahap, tahap I (60%) dan tahap II (40%).

Saat ini, program satu miliar satu desa, sumber dananya sudah digabung dengan dana yang bersumber dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Pada tahun 2015 yang lalu, program tersebut murni menggunakan dana dari APBD Tanbu. Pada 2016 dan 2017 ini, program ini digabung dengan dana dari APBN, ” pungkasnya.

(K) Laporan: Riyadi
  1. Pemerintahan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA