1. TANAH BUMBU
  2. INFO TANAH BUMBU

DKP Kalsel gelar sosialisasi mitigasi bencana

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa, sehingga mereka harus diberi pembekal dalam pencegahan dan penanggulangan bencana, ” pungkasnya.

©2016 Merdeka.com Editor : Kuswandi | Rabu, 26 April 2017 12:50

Tanahbumbu.merdeka.com - Dalam rangka mewujudkan kepedulian generasi muda, khususnya pelajar, untuk mencegah dan tanggap pada penanganan bencana yang di wilayah Bumi Bersujud, Dinas Kelautan dan Perikanan  (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menggelar sosialisasi mitigasi bencana.

Kegiatan penyadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana tahun 2017, yang digelar DKP Provinsi Kalsel, khususnya bidang pengelolaan ruang laut seksi pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau - pulau kecil, dilaksanakan di Hotel Putri Duyung Pagatan, Kusan Hilir, Tanah Bumbu.

Kepala Dinas Perikanan Tanah Bumbu, H. Rahmat mengatakan, pihaknya sangat mendukung diselenggarakannya kegiatan seperti ini, mengingat di wilayah pesisir Tanah Bumbu saat ini, sudah terjadi abrasi yang semakin tahun semakin bertambah. 

“Untuk itu, diperlukan suatu upaya untuk mengantisipasi hal tersebut, salah satunya adalah meningkatkan kesadaran dan kepedulian pada masyarakat dan generasi muda, untuk mencegah dan tanggap pada penanganan terjadinya bencana, ” kata Rahmat di Tanah Bumbu, Kamis (26/4).

Dilain pihak, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan pulau -pulau Kecil DKP Kalsel, Marta Yusida mengatakan, kegiatan dilaksanakan bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan bagi pelajar, khususnya dalam rangka kesigapan mereka untuk mengatasi bencana. 

“Pelajar adalah generasi penerus bangsa, sehingga mereka harus diberi pembekal dalam pencegahan dan penanggulangan bencana, ” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Perikanan Tanbu, Eko Prio Raharjo mengatakan, untuk mencegah terjadinya bencana erosi, pada akhir kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan penanaman pohon mangrove sebanyak 200 pohon, di pesisir Desa Muara Pagatan, Kusan Hilir.

Penanaman akan dilakukan oleh siswa dan siswi peserta pelatihan, yang didampingi oleh dewan guru, penyuluh perikanan setempat, pihak dinas, kelompok pelestari mangrove Siporennu Mangrove, dan tokoh masyarakat setempat.

Dengan adanya penanaman mangrove ini, diharapkan akan mampu mengurangi dampak abrasi oleh gelombang air laut, hingga akan melindungi daratan kedepannya.

“Kegiatan dilakukan untuk menambah kecintaan bagi siswa dan siswi dalam melestarikan mangrove, sebab dengan penanaman mangrove ini, merupakan salah satu kegiatan mitigasi bencana, ” jelasnya.

Adapun sosialisasi mitigasi bencana, selain menghadirkan narasumber Koordinator Penyuluh Perikanan Tanbu Eko Prio Raharjo, juga menghadirkan narasumber Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanbu, Abdul Rahim.

Kegiatan sosialisasi, dihadiri peserta berasal dari siswa dan siswi yang tergabung dalam Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) SMAN 1 Kusan Hilir sebanyak 30 orang, para penyuluh perikanan Tanbu.

(K) Laporan: Riyadi
  1. Pemerintahan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA